GELARI stands for Gelar Keilmuan dan Inovasi UI. Yup, I worked as one of staff stand in faculty of law stand there. I get paid as well, and I’m so thankful. The first day, there were three of us, me, tisya, and diva. But at the second day, karena dirasakan pengunjung tidak begitu banyak sampai membutuhkan 3 staff di stand, I have to work alone as a stand guide. (and the third day was tisya’s shift) And that was the time, finally, after I almost lost my cell phone for couple time because of my stupido teledoritas pelupa ceroboh thingi, finally, in that day, it’s gone…hiyaaa...
Someone, out there *you’re forgiven man…although not forgotten* took my cell phone, both, CDMA dan GSM. (of course because I putted both of it in one pocket, seperti yang orang-orang lakukan pada umumnya saat-saat ini) Jadi, bagi mr.thief, it was just like “curi satu dapat dua”. I’m really sure that it was stolen cause once I realized that it’s gone, gw langsung nelp ke-2 hp gw, tapi keduanya udah ga aktif, secepat itu. Wow, good move mr.thief! Salah gw juga terlalu bersemangat melayani para pengunjung yang datang, bertanya-tanya ttg FHUI ataupun yang hendak membeli buku yang dijual disana…sampai akhirnya gw lengah ketika mr.thief itu beraksi.
Hoke!! Actually, that’s not the point that I’m trying to tell here… oke, I lost my two-dear-full of memory-cell phone-with it’s red pocket, dan sudah aku ikhlaskaan…Nangis, menghujat, sampai tertawa hingga gila, semua sudah saya lakukan. Tapi ada satu hal yang paling gw takutkan disamping hilangnya handphone itu sendiri, yaitu : ayah saya. How will I tell my dad about this?? He’s gonna be so maadd… bahkan gw lebih pingin nangis setiap gw memikirkan ttg hal itu dibandingkan hp gw yang udah hilang. Nyokap gw dgn baik hatinya memasrahkan apa yang telah terjadi dan menyuport gw … tp ayah??belum tentu saudara-saudara…
When I got home, my pap wasn’t there. Saya cerita ke kaka saya dan ternyata dia lebih galak dari ibuu … saya dimarahi. Apalagi ayah?? But you no wat, I was wrong. Akhirnya bokap pulang, dan gw langsung mendatangi beliau di ruang makan, sambil melas *dan akhirnya kembali menangis* I said “pa, hpku ilangg…” yaa seperti biasa, first reaction “ha?!ko bisa?!gimana ceritanya?!dimana?!” sambil mencoba menerangkan dengan sesunggukan, tiba-tiba bokap menepuk-nepuuk punggung gw sambil bilang “haah, yaudala gpp… kamu lagi apes aja. Udah jgn nangis doong!” waaauuuw … tiba2 hati ini langsung melonjak dan berteriak PRAISE THE LORD!! Hehe. Bahkan setelah itu bokap langsung menawarkan untuk membeli hp baru –bayar sendiri dgn cara mencicil-. hehe. Yaa, dlm wkt dekat ini gw akan lebih mengfokuskan pada CDMA agar komunikasi dgn pacar di bandung ttp lancar… thx a lot dad =)…
Malemnya, waktu gw baca alkitab :
“if you are so honest and pure, then God will come and help you and restore your household as your reward.” –Job 8 :8
Well, everything’s happen for it’s reason. It’s not about what u had in your day, but how can u be thankful for everything… setelah dari GELARI, gw ke rapat BEM sebentar yang berletak di sebuah tempat parkir di belakang gedung bernama rektorat UI, karena disitu sedang ada acara penerimaan MABA, sambil membawa sekotak dus kue sisa dari GELARI. Tapi sampai disana, tiba-tiba ada seorang gadis kecil, kurus dan lusuh *well, a bagger I assumed* yang sambil lemes dia cuma bilang “ka, boleh minta kuenya?”, dan akhirnya sambil agak bengong dan terdiam, gw kasih dus kue itu. Damn, you should be thankful pon…
Mr.thief, Imust forgive you. My dear-two-full of memory-with the red pocket-cellphone, I did let you goo…GELARI, ku kenang kauuuuu… Popon, learn to be thankfull!! Thank You Lord…
Someone, out there *you’re forgiven man…although not forgotten* took my cell phone, both, CDMA dan GSM. (of course because I putted both of it in one pocket, seperti yang orang-orang lakukan pada umumnya saat-saat ini) Jadi, bagi mr.thief, it was just like “curi satu dapat dua”. I’m really sure that it was stolen cause once I realized that it’s gone, gw langsung nelp ke-2 hp gw, tapi keduanya udah ga aktif, secepat itu. Wow, good move mr.thief! Salah gw juga terlalu bersemangat melayani para pengunjung yang datang, bertanya-tanya ttg FHUI ataupun yang hendak membeli buku yang dijual disana…sampai akhirnya gw lengah ketika mr.thief itu beraksi.
Hoke!! Actually, that’s not the point that I’m trying to tell here… oke, I lost my two-dear-full of memory-cell phone-with it’s red pocket, dan sudah aku ikhlaskaan…Nangis, menghujat, sampai tertawa hingga gila, semua sudah saya lakukan. Tapi ada satu hal yang paling gw takutkan disamping hilangnya handphone itu sendiri, yaitu : ayah saya. How will I tell my dad about this?? He’s gonna be so maadd… bahkan gw lebih pingin nangis setiap gw memikirkan ttg hal itu dibandingkan hp gw yang udah hilang. Nyokap gw dgn baik hatinya memasrahkan apa yang telah terjadi dan menyuport gw … tp ayah??belum tentu saudara-saudara…
When I got home, my pap wasn’t there. Saya cerita ke kaka saya dan ternyata dia lebih galak dari ibuu … saya dimarahi. Apalagi ayah?? But you no wat, I was wrong. Akhirnya bokap pulang, dan gw langsung mendatangi beliau di ruang makan, sambil melas *dan akhirnya kembali menangis* I said “pa, hpku ilangg…” yaa seperti biasa, first reaction “ha?!ko bisa?!gimana ceritanya?!dimana?!” sambil mencoba menerangkan dengan sesunggukan, tiba-tiba bokap menepuk-nepuuk punggung gw sambil bilang “haah, yaudala gpp… kamu lagi apes aja. Udah jgn nangis doong!” waaauuuw … tiba2 hati ini langsung melonjak dan berteriak PRAISE THE LORD!! Hehe. Bahkan setelah itu bokap langsung menawarkan untuk membeli hp baru –bayar sendiri dgn cara mencicil-. hehe. Yaa, dlm wkt dekat ini gw akan lebih mengfokuskan pada CDMA agar komunikasi dgn pacar di bandung ttp lancar… thx a lot dad =)…
Malemnya, waktu gw baca alkitab :
“if you are so honest and pure, then God will come and help you and restore your household as your reward.” –Job 8 :8
Well, everything’s happen for it’s reason. It’s not about what u had in your day, but how can u be thankful for everything… setelah dari GELARI, gw ke rapat BEM sebentar yang berletak di sebuah tempat parkir di belakang gedung bernama rektorat UI, karena disitu sedang ada acara penerimaan MABA, sambil membawa sekotak dus kue sisa dari GELARI. Tapi sampai disana, tiba-tiba ada seorang gadis kecil, kurus dan lusuh *well, a bagger I assumed* yang sambil lemes dia cuma bilang “ka, boleh minta kuenya?”, dan akhirnya sambil agak bengong dan terdiam, gw kasih dus kue itu. Damn, you should be thankful pon…
Mr.thief, I

No comments:
Post a Comment