Wednesday, November 21, 2007

BOILING POINTS

Beberapa hari ini adalah hari-hari “hetic kampus”. Tidak jarang lobby kampus dah kaya ruangan kantoran tempat lembur. Banyak orang berlalu-lalang kesana kemari dengan langkah cepat (baca : terburu-buru), sebagian besar dari mereka sambil merokok *bahkan orang-orang yang setahu saya sudah berhenti merokok atau sangat amat jarang merokok, akhirnya memutuskan untuk mengambil batang itu kembali*, dengan muka2 berminyak kelelahan dengan rambut yang tak terurus seperti layaknya perawakan medusa’s lair. Yayayaa, I’m actually one of them. Lalu tiba-tiba senior saya ada yang menceletuk “ni kita dah di ‘boiling point’ semua pon…”, sambil menghisap rokoknya…

kampus lagi aktif-aktifnya. Kampus lagi sibuk-sibuknya. Kampus lagi "jahat-jahatnya".

At the first place, I thought that these are my choice. But suddenly, it’s just all over me and all over my mind, just can’t avoid it. Bahkan baru pertama kali saya dibuat nangis gara-gara kerjaan!haah,cengeng skali kamu nak!Tapi ketika gw melihat kanan kiri saya, ternyata saya tidak sendirian =), ohoho, even some people have the worst one. Apalagi setelah gw mendengar bahwa beberapa teman-teman saya di kampus lainnya juga sedang mengalami hal yang sama. Well, gw pernah merasa desperado dimana *honestly* kuliah gw mulai terbengkalai dengan segala kejahatan kampus yang ada. Kata seseorang ,”kuliah harus no.1”, tapi kata seseorang yang lain “mata kuliah hidup lebih penting.”,ohoho. Afterall, I realize that I just got another “lesson” from everything I’m doing now :

-mata kuliah mengatur waktu
-mata kuliah menahan emosi
-mata kuliah mengerti keadaan fisik
-mata kuliah being professional
-mata kuliah bersikap dewasa dan mandiri
-mata kuliah “berani berkata tidak” *benar begitu ka fik=)??*
-mata kuliah meng-organize hidup
-dan mata kuliah-mata kuliah lainnya yg ga akan gw dptkan di kelas manapun…
Dan disini gw lebih bisa melihat dengan jelas mana yang ‘lulus’ dan mana yg ‘failed’…

Bukan berarti saya mengajari untuk me-nomor sekian-kan kuliah! Tapi saya yg hanya mengingatkan bahwa semuanya tidak usah disesali, jalani saja, and if u do it just right, u’ll get lessons from it…
Jadi, buat semua teman-teman saya yg sedang “berjuang” menjalani “kejahatan-kejahatan kampus”, tetap semangat kawan!! Mari kita selesaikan satu-satu, dan setelah itu kita tertawa bersamaa…jgn sampai failed yoo =), hehe…

Waktu di mobil memey bersama dengan orang-orang stress yg lain :
“gw rasa gw dah siap ni kerja di lawfirm”, haha, everything’s needs practice emang mey, hehe…

Thursday, November 1, 2007

Di”sindir” pengamen

I think I had my hardest days last week…dimana gw harus menjalani UTS gw yg ‘mohon maaf lahir batin ma spertinya aku tidak bisa mengerjakan kan masih ada UAS’, + gw harus melanjutkan dengan suatu pekerjaan because I need some money to pay something. *buat teman2 dekat saya yg mungkin tahu,yaa begitulaah…* Jadi keseharian saya kira-kira seperti ini :

Pada malam hari : belajar hingga pagi
Pada pagi hari : UTS hingga siang
Agak siang hari : berlari ke margonda utk cari bus menuju senayan
Masih siang hari : bekerja hingga malam
Pada malam hari : tidur sekitar 2-3 jam
Pada subuh hari : bangun untuk belajar UTS esok harinya
Pada pagi hari : kembali menjalani UTS

Yup, siklus itu berjalan selama 4 hari minggu kemarin. Yang paling me’ngenas’kan lagi, pada masa2 itu saya dikaruniai untuk mengalami “kodrat wanita” yg membuat saya berteriak “yaoloh, kenapa harus sekarang sii?!?” untungnya teman saya menimpali “ya baguslah von masih dapet, dari pada gaa??” hoiya yaa… tapi tetep ajaa, why oh why…
Ditambah lagi dengan cuaca yg sebetulnya sangat saya sukaii tapi lagi2 waktunya menurut saya waktunya tidak tepaat, saya kehujanan…
Belum lagi perasaan2 ‘manja-manja nakal’ *ai najis* dimana muncul pikiran2 “pacar ko agak cuek yaa, pacar ko ga perhatian yaa, pacar ko ini yaa itu yaa…” yang mungkin di lubuk hati saya yg paling sangat amat terdalam keluhan sebenarnya adalah “pacar ko ga mau anter-tunggu-jemput gw yaa”… makanya gw bilang ‘manja-manja nakal ai najis’ lo pikir pacar lo supir apa pon!

Keluhan-keluhan itu selalu ada “cape! Malas! Knp begini ya? knp bgitu ya? kpn selesainya ya? cape! Malas!” dst dst dst dst… mungkin klo di surga kaya operator, line telp gw dah di reject mulu atau mungkin diputus sama Tuhan sambil ngomong “ni pelanggan protes mulu dah.”

Waktu lagi di bus, sedang mellow2nya *ai najis lagi*, atau kronis2nya mungkin yak *ai lebai*, memandang rintik2 hujan diluar sanaa, tiba2 naiklah seorang pengamen menyanyikan beberapa lagu… sangat menohok kawan.

Semua baik, semua baik.
Apa yang Kau (Tuhan) perbuat, di dlm hidupku
Semua baik, sungguh teramat baik
Kau jadikan hidupku berarti

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu
Rasakan dan nikmati, Kasih Setia Tuhan
Syukur bagiMu Tuhan, sgala hormat bagiMu Tuhan
Allah yang mengasihiku, Allah yang memeliharaku
Selamanya…


tiba-tiba saya menangis.

Pengamen itu sangaatt tidak seberuntung saya, tapi dia masih bisa bersyukur. Ada suara kecil yang tiba2 bertanya “terakhir kali lo bersyukur kpn pon?” …

Segala kesibukan gw telah membuat gw melupakan hal-hal kecil yg Tuhan kasih dalam hidup gw. Contohnya aja yg paling simple, kesehatan. Gw melihat banyak orang2 mulai menjadi sasaran “kekejaman cuaca” di sekeliling gw *teman2ku yg sedang sakit atau habis sakit, didoakan cepat sembuuh dan tidak sakit lagi yaa=)*, dan akhirnya teman-teman saya bilang “tinggal lo doang ni pon yg belum sakit.” Hehe, jangan sampeee…makasih ya Tuhan aku masih boleh sehat ampe sekarang (^_^)…dan masih banyak lagi kebaikan2 Tuhan yang ga pernah gw itungin krn pastinya ga keituung…
At last, I got the money that I need, I did my mid test *hasilnya?? Pasrah sajaalaah…* and I promise to my mom n dad that I’ll study more for my final.

Akhirnya, saya memberi pengamen tsb 1000 rupiah, dan dia cukup menunjukan seperti ekspresi “wow banyak” seperti itulah, pdhl hny 1000 rupiah. Lalu saya bilang, “Tuhan berkati ya mas”…

makasi mas sudah nyindir saya, makasi mas sudah “nyentil” saya, makasi mas sudah ngajarin dan ingetin saya untuk bersyukur, lagi…

Ps : buat orang2 di sekeliling saya yg sedang menjalani “hari-hari terberat” mereka, tetap semangat (^o^)! God’ll never let you walk alone =)…

Sunday, October 21, 2007

being fake

Pernah merasa ngelakuin apa aja salah?? Yak, itu yg saya rasakan sekarang…
Akhir-akhir ini saya merasa apa aja yang saya lakukan salah. Kalo beberapa orang bilang “lo terlalu mikirin bgt pon!” hoke!berikan cara konkrit supaya saya ga mikirin! Karena ketika saya memutuskan untuk ga mikirin, saya malah dibenci…
The biggest wish gw dulu adalah :
“Saya pingin bisa jadi org cuek”
(benar begitu mey??hehe.)
At least, dulu wkt gw diblg cengeng (disini dlm arti, gw adalah org yg mudah nangis dlm sgl hal, sensitiflah kata lainnya,alah.), seenggaknya gw masih ngelakuin smuanya hepi2 aja. Tapi skrg ketika gw sdg mengurangi intensitas pembuangan air mata, ko gw semakin diprotes…
Gw ga tau ini pengaruh pergaulan ato berbagai hub.pribadi gw yang semakin complicated ketika beranjak dewasa (maaf, blm menemukan kata yg lebih tdk jijik dr ini), munculnya beberapa masalah baru di beberapa tempat yg gw alamin, atau emang everybody has this kind of change when they growing up? Yayaya, adaptasi, that explains everything.

Saya hrs bljr menerima prinsip2 org, tp saya ga suka prinsip saya dijudge. Setiap saya meladeni perbedaan, semakin saya merasa di judge. Ga suka, saya cape.
Dan akhirnya, saya kembali ke prinsip lama saya yg sebenarnya saya sdg berusaha merubahnya,
“being fake is not always bad”

Just so you know, saya adalah org yg sangat pintar fake saudara-saudara, sgt pintar! *walaupun saya bingung knp “bakat alam” ini tdk bs membawa saya menuju bakat acting bnran,ahaha.*
Saya menganggap bhw being fake adalah salah satu cara utk memaksa saya agar pd akhirnya, sesuatu yg awalnya fake, tp terus saya lakukan, akhirnya jd real...
Dulu, wkt bdn saya msh singset dan dipercayakan mjd seorg cheerleaders (njiee), pelatih saya sering mengucapkan motto “bisa krn biasa, biasa krn dipaksa”. Jadi, saya meanalogikan bhw being fake adlh salah satu cara saya memaksa diri saya agar terbiasa, dan akhirnya bisa. Yaa, mungkin kata lainnya, mkn hati dulu kali ye.
Kata seseorang, saya lemah. Saya bilang, “definisikan kuat”. Dan dia blg, lemah bukan berarti tdk terbuka. Hey, justru ketika saya terbuka saya dibilang lemah. Dan dia blg, org kuat adalah org yg bs mengontrol dirinya dlm menghadapi masalah.
Satu yg saya sangat sadar dan saya tekankan, se-fake apapun saya di dpn org, saya ga akan pernah bisa fake sm diri saya sendiri, dan ketika saya mencoba utk jujur pd diri sendiri, disitulah saya sdg mencoba mengontrol diri saya dlm menghadapi masalah. Mungkin ini bedanya fake sm self deny kali ya?? Saya yakin pasti banyak org yg fake, dan diantara mereka blm bisa jujur dgn diri mereka klo mereka fake…

Well, apakah prinsip gw ini terlalu ribet??apa terlalu cengeng? Atau malah cupu??. Mungkin bbrp org yg membaca post ini berkomentar “hidup dah susah ko malah dibikin tambah susah” (harus pake logat medok ngomongnya, kaya orang2 tua jawa) Well, that’s me my friend…Untuk saat ini, saya br bs jujur dgn diri saya sendiri dan dgn Tuhan (yaiyalaah). Tapi ga autis koo! percayalah! hehe. Bgmn dgn anda??

Monday, September 10, 2007

Hari Ini...

Hari ini, waktu saya bangun pagi2, mama saya sudah pergi ke Kalimantan barat untuk suatu tugas penelitian…saya sedih belum sempet cium pipi dan bilang “hati-hati ya mamaa…”

Hari ini saya ke kampus nebeng teman saya, dan saya harus menunggu di suatu tempat yang kira2 bisa ditempuh selama 5 menit jika naik mobil, dan 15 menit lebih jika berjalan kaki. Kaka saya tidak mau mengantar, dan saya disuruh naik ojek…untungnya dia membekali saya uang 5000 rupiah.

Hari ini, ketika di tol, saya melihat kecelakaan mobil. Dan korbannya adalah ibu2 yang sudah luka2 dan seorang bapak2 yang sudah berdarah2..untungnya mereka berdua selamat…

Hari ini saya tidak bersemangat di kelas, karena saya tidak suka mata kuliahnya yang terus membuat saya bertanya2 “mana?? Katanya kuliah hukum tidak menghafal?!?” saya tidak bisa menghafal…

Hari ini saya menjalankan salah satu program kerja saya yang pertama kali dillaksanakan sebagai kepala suatu divisi di salah satu organisasi kampus, dan puji Tuhan semua berjalan dengan lancar…

Hari ini saya tidak menemukan tebengan pulang, jadi saya harus pulang naik bus. Dan setelah sekian lama, akhirnya saya merasakan kembali berdiri dari depok sampai lebak bulus…oiya, dan ketika saya turun untuk pindah dari angkot yang satu ke angkot yang lain, saya nyaris keserempet motor…untungnya Tuhan masih melindungi saya…

Hari ini saya kembali hair mask setelah beberapa lama, karena sudah beberapa hari ini rambut saya rontok sampai bikin parno *lebay*…lalu seseorang berkata “katanya mau nabungg??” percayalah sayang, kalo pada akhirnya aku botak, aku akan jauh lebih menyesal daripada kegagalan menabungku *lebay lagi*….

Hari ini saya kesal sama papa, karena menyuruh mba saya *seperti biasa dan selalu* menjemput saya di salon. Padahal saya sudah 19 tahun dan saya pikir saya cukup dewasa untuk pulang sendiri. Saya memang anak bungsu…tapi sampai kapan saya dianggap sebagai anak kecil??

Hari ini, sesampai dirumah, saya tidak bisa menghubungi mama saya yang belum mengabari saya seharian. Tapi handphonenya tak bisa dihubungi…saya takut. Tapi seseorang berkata “ga dapat signal kali…” lalu saya mencoba untuk tenang dan tidak berpikir macam-macam2…

Hari ini, saya tidak tahu mau ngepain, dan hanya ingin berbagi…

19th birthday


I haven’t wrote anything about my birthday that held last august 19th. Well, actually nothing special about my bday. Kalo bulan desember lalu gw pernah menulis post ttg ‘grown up christmas’, mungkin kali ini gw menulis sebuah post ttg ‘grown up bday’, hehe…


Yaa, gw ga mendapat semua yang gw harapkan di bday gw tahun ini. Berhubungan dengan jatuhnya bday gw di hari minggu, dimana pada akhirnya beberapa orang tidak mengingatnya X), at least Tuhan mengizinkan gw untuk pelayanan di hari ulang tahun gw =)… Well, I’ve got presents from some people, thx a lot (^_^). Tapi buat seseorang yang sempet berpikir bahwa saya hanya mengharapkan ‘hadiah’, percayalah, it’s not only about a present, but something, I just can’t tell…tapi, pada akhirnya, ketika saya sudah diizinkan untuk mengalami semuanya, pada saat itulah saya sadar bahwa saya sekarang sudah 19 tahun!

I need to be more grown up facing everything. Well, I didn’t get a lot of present, but hey, I’ve got the best birthday present ever! Pelajaran hidup? Maturity?? Saah…ahuuhuhuy…jijix ah. So glad that I’ve pasted my full of lessons 18th. Trimakasi Tuhan aku sudah 19 tahun! *baru 19 tahun pon* I’m expecting for other “lessons” in other next years (^_^) …

Thursday, August 23, 2007

cuma iseng

LEO : "strong outside fragile inside" ?? damn, it's right...

tp gpp,yg penting tetap strong di luar!ehehe. ganbatene pon!!

Saturday, August 18, 2007

parno...

"I just remembered that time at the market
snuck up behind me and jumped on my shopping cart
And rode down aisle five
you looked behind you and smile back at me
crashed into a rack full of magazines
they asked us if we could leave.

Can't remember what went wrong last September
though i'm sure you'd remind me, if you had to

Our love was, comfortable and
so broken in

I sleep with this new girl I’m still getting used to
My friends all approve, say “she’s gonna be good for you.”
They throw me high fives.
She says the Bible is all that she reads.
and prefers that I not use profanity
Your mouth was so dirty
Life of the party,
And she swears that she’s artsy,
But you could distinguish Miles from Coltrane
Our love was comfortable and so broken in.

She’s perfect
So flawless,
Or so they say.
Hey and
Say, Heyyyyy.

She thinks I can’t see the smile that she’s fakin’
Poses for pictures that aren’t being taken.
I loved you
grey sweat pants
No make up
So perfect
Our love was comfortable and so broken in.

She’s perfect
So flawless
I’m not impressed
I want you back..."

"lonya aja yg terlalu ambil pusing bla bla bla bla..." man! u don't feel it...trust me, I don't wanna think about it either,at all!but it just can't...it's all about trust??bull sh**...I need proof.